Jakarta, jakarta.suaramerdeka.com- Tren perawatan estetika kini mengalami pergeseran seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas kulit. Kemewahan yang sebelumnya identik dengan barang bermerek kini mulai dimaknai sebagai investasi jangka panjang terhadap penampilan dan kesehatan diri.
Perubahan tersebut turut memengaruhi pendekatan dalam dunia estetika medis. Jika sebelumnya perawatan lebih banyak berorientasi pada hasil instan, kini perhatian mulai beralih pada pencegahan penuaan dan regenerasi jaringan kulit dengan hasil yang lebih alami.
Salah satu metode yang berkembang adalah penggunaan collagen stimulator, yakni perawatan yang bertujuan merangsang pembentukan kolagen alami untuk membantu meningkatkan kekencangan, elastisitas, dan kualitas kulit secara bertahap.
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh mengalami penurunan. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya garis halus, kerutan, berkurangnya elastisitas, hingga perubahan kontur wajah akibat melemahnya struktur penyangga kulit.
Berbeda dengan dermal filler berbahan dasar hyaluronic acid yang digunakan untuk menambah volume, collagen stimulator bekerja melalui proses neokolagenesis atau pembentukan kolagen baru oleh tubuh.
Salah satu produk yang menggunakan pendekatan tersebut adalah JULÄINE™ Collagen Stimulator dengan kandungan Poly-L-Lactic Acid (PLLA) berteknologi LaSynPro.

Dokter estetika BMDERMA Clinic, dr. Latisha Lubianca, M.Biomed (AAM), mengatakan pemilihan produk perawatan estetika harus mempertimbangkan aspek keamanan, kualitas formulasi, serta dukungan penelitian ilmiah.
“Sebagai praktisi medis, aspek keamanan sebuah produk yang berizin resmi didukung oleh jurnal dan penelitian ilmiah selalu menjadi prioritas tertinggi saya sebelum merekomendasikan sebuah treatment maupun produk ke pasien,” tegas Latisha.
Menurutnya, kehati-hatian dalam memilih collagen stimulator menjadi penting karena produk tersebut tidak memiliki penawar instan seperti hyaluronidase yang digunakan untuk menangani kondisi tertentu akibat filler berbahan hyaluronic acid.
JULÄINE™ dikembangkan dengan teknologi partikel PLLA yang memiliki bentuk seragam dan permukaan lebih rata. Karakteristik tersebut diklaim membantu menghasilkan distribusi produk yang lebih merata sekaligus mengurangi respons peradangan pada jaringan.
Selain itu, formulasi produk dirancang agar dapat tercampur secara merata saat proses pengenceran menggunakan air steril maupun larutan saline sebelum tindakan injeksi.
Melalui stimulasi sel fibroblas, perawatan ini ditujukan untuk membantu pembentukan kolagen baru sehingga kualitas kulit dapat meningkat secara bertahap. Hasil yang diharapkan meliputi kulit lebih kencang, tekstur lebih halus, serta kontur wajah yang tampak lebih tegas tanpa perubahan bentuk secara berlebihan.
Meski demikian, tindakan tersebut tetap memiliki risiko efek samping, seperti pembengkakan ringan, memar, dan rasa tidak nyaman setelah injeksi. Komplikasi lain, termasuk nodul, infeksi, maupun kemerahan berkepanjangan, juga perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan prosedur.
Karena itu, pemilihan pasien, penilaian kondisi kulit, serta teknik penyuntikan oleh tenaga medis yang kompeten menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko.
Perawatan collagen stimulator umumnya dipertimbangkan bagi individu berusia 30 tahun ke atas yang mulai mengalami tanda penuaan ringan hingga sedang, seperti penurunan elastisitas, kulit kendur, garis halus, dan tekstur kulit tidak merata.
Namun, prosedur ini tidak ditujukan bagi semua orang, terutama mereka yang mengharapkan perubahan penampilan secara instan. Pemeriksaan dan konsultasi medis tetap diperlukan untuk menentukan kesesuaian tindakan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Latisha menilai perawatan estetika sebaiknya tidak hanya berorientasi pada perubahan penampilan dalam waktu singkat, tetapi juga mempertimbangkan kualitas dan keamanan hasil dalam jangka panjang.
“Sebagai dokter estetika, saya sendiri lebih nyaman menyediakan JULÄINE™ untuk pasien-pasien kesayangan BMDERMA, produk yang bagus memberikan keyakinan akan proses yang nyaman dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Saya sendiri memilih menggunakan JULÄINE™ untuk perawatan wajah personal saya,” tutup Latisha.
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Tren Perawatan Estetika Bergeser, Collagen Stimulator Jadi Pilihan untuk Kulit Awet Muda“
Baca selengkapnya di: https://jakarta.suaramerdeka.com/gaya-hidup/13417820314/tren-perawatan-estetika-bergeser-collagen-stimulator-jadi-pilihan-untuk-kulit-awet-muda