Apa yang Mencetuskan Melasma?

BY dr. Rika Andriani, Sp.DVE

Melasma adalah kondisi kulit yang ditandai dengan bercak cokelat hingga cokelat keabu-abuan pada wajah dengan distribusi yang relatif simetris. Area yang paling sering terkena adalah pipi, dahi, dagu, pangkal hidung, serta area di atas bibir atas.

Melasma merupakan kondisi yang sangat umum, terutama pada individu dengan warna kulit sedang hingga gelap. Angka kejadiannya bervariasi tergantung etnis, jenis kulit, dan intensitas pajanan sinar matahari. Di Asia Tenggara, prevalensi melasma dilaporkan dapat mencapai sekitar 40% pada wanita dan 20% pada pria. Kondisi ini dapat terjadi pada usia 20–60 tahun, dengan puncak kejadian paling sering dilaporkan pada usia pertengahan hingga akhir 30-an.

Meskipun tidak menimbulkan rasa nyeri, gatal, atau risiko kesehatan yang serius, melasma dapat memberikan dampak psikologis dan emosional yang signifikan, termasuk penurunan rasa percaya diri dan kualitas hidup.

Mekanisme Terjadinya Melasma

Melasma berkembang secara bertahap akibat peningkatan produksi melanin oleh sel melanosit. Mekanisme pasti terjadinya melasma belum sepenuhnya dipahami, namun penelitian terkini menunjukkan bahwa melasma merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor genetik, hormonal, dan lingkungan.

Pada kulit dengan melasma, sel melanosit ditemukan lebih aktif dengan peningkatan respons terhadap sinar ultraviolet dan hormon, serta keterlibatan stres oksidatif dan adanya peradangan  kulit kronis.

Faktor-Faktor yang Mencetuskan dan Memperberat Melasma

1. Paparan Sinar Ultraviolet (UV)

Radiasi ultraviolet (UVA dan UVB) merupakan pemicu terpenting melasma. Sinar UV dapat merangsang melanosit secara langsung, meningkatkan pembentukan radikal bebas yang memicu produksi melanin, dan memicu peradangan pada kuli.

Penelitian terbaru menegaskan bahwa paparan sinar matahari ringan tetapi berulang sudah cukup untuk memperburuk melasma. Oleh karena itu, fotoproteksi komprehensif (tabir surya spektrum luas, topi, dan penghindaran matahari) merupakan pilar utama tata laksana melasma.

2. Faktor Hormonal

Estrogen dan progesteron berperan besar dalam patogenesis melasma. Hormon ini dapat

memicu produksi melanin yang berlebih. Hal ini menjelaskan mengapa melasma sering muncul atau memburuk pada masa kehamilan, penggunaan terapi kontrasepsi hormonal atau terapi sulih hormon (hormone replacement therapy)

3. Faktor Genetik

Faktor genetik berperan penting dalam menentukan kerentanan seseorang terhadap melasma. Sekitar 50–70% pasien melasma memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Studi genetik terbaru menunjukkan adanya perbedaan genetik yang terlibat dalam proses produksi melanin, respons kulit terhadap sinar UV, dan peradangan kulit pada pasien melasma.

4. Kosmetik dan Zat Kimia Tertentu

Beberapa bahan dalam kosmetik dan skincare dapat memicu atau memperberat melasma, terutama melalui mekanisme fotosensitivitas (kulit menjadi lebih senitif terhadap matahari). Beberapa kandungan yang dapat memicu antara lain adalah produk untuk eksfoliasi, zat parfum, pewangi sintetis, alkohol, dan bahan pengawet. Zat-zat ini dapat meningkatkan pembentukan radikal dan merangsang aktivitas melanosit terutama saat terpajan sinar matahari.

5. Obat-obatan

Beberapa obat diketahui dapat meningkatkan pigmentasi kulit atau menyebabkan fotosensitivitas, sehingga berpotensi mencetuskan atau memperburuk melasma, terutama pada individu yang rentan.

Kelompok obat yang paling sering dilaporkan antara lain adalah obat antikejang (fenitoin, karbamazepine, asam valproat) , doksisiklin, minosiklin, amiodarone, klorpromazine, dan hidroklortiazide (HCT).

Melasma merupakan kondisi hiperpigmentasi kronis yang bersifat multifaktorial. Pajanan sinar ultraviolet, pengaruh hormonal, faktor genetik, bahan kosmetik, serta penggunaan obat-obatan tertentu dapat saling berinteraksi dalam mencetuskan dan memperberat melasma. Pendekatan pencegahan dan terapi melasma harus bersifat komprehensif dan jangka panjang, dengan fokus utama pada fotoproteksi dan pengendalian faktor pencetus.

Schedule a meeting with our doctor.

Bmderma logo white

BMDERMA FORESTA BSD

Foresta Business Loft 6 Unit 3, Jl. BSD Boulevard Utara,

Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten

0819 9352 5252

BMDERMA SENOPATI (PROJECTSKIN)

Jl. Senopati No.16A

Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

0819 221 2121

BMDERMA SUNTER

Jl. Agung Tengah 15 Blok I 11 No.11 A

Sunter Agung, Jakarta Utara

0819 227 2728

EMAIL

INFO@BMDERMA.COM

RESERVATION

0878 1098 9000

© BMDERMA 2025. Copyright by PT Awet Cantik Bahagia