Blog

Ketergantungan krim steroid? Yuk cari tahu cara untuk melepaskannya!

Ketergantungan krim steroid? Yuk cari tahu cara untuk melepaskannya!

Krim steroid (kortikosteroid topikal) umumnya diresepkan oleh dokter untuk mengontrol kondisi peradangan pada kulit, seperti pada kasus pasien dengan eksim atau psoriasis. Biasanya digunakan untuk pengobatan jangka pendek hingga gejala yang dirasakan pasien mereda. Bila digunakan dengan tepat di bawah pengawasan medis, umumnya steroid topikal jarang menimbulkan efek samping. Namun, apabila digunakan dalam jangka waktu yang lama atau tanpa bimbingan dokter, maka dapat terjadi efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping yang biasa terjadi adalah penipisan kulit, pembuluh darah tampak menonjol kemerahan (telangiectasia), pertumbuhan rambut lokal, timbul stretch mark, atau timbul bintil – bintil folikulitis.

Risiko yang diakibatkan dari ketergantungan steroid topikal dapat melebihi efek sampingnya. Biasanya gejalanya tidak muncul sampai pasien berhenti menggunakan krim tersebut beberapa hari hingga beberapa minggu. Keluhan yang sering dirasakan adalah sensasi panas seperti terbakar, kemerahan, bengkak, gatal, kulit menjadi sangat sensitive, atau timbul masalah pada kulit seperti sebelum menjalani pengobatan dengan krim yang mengandung steroid.  

Cara terbaik untuk menghindari risiko ketergantungan krim steroid adalah dengan menggunakannya dengan sangat hati-hati apabila memang diresepkan oleh dokter. Tanyakan kepada dokter yang meresepkan mengenai berapa lama rencana pengobatan dan kapan harus kembali konsultasi untuk mengevaluasi proses pengobatan. Pastikan Anda mengikuti anjuran penggunaan obat, tidak melebihi dosis, frekuensi, dan durasi yang direkomendasikan. Kembalilah berkonsultasi dengan dokter secara berkala selama menjalani pengobatan, karena penghentian pengobatan dengan steroid harus dilakukan secara bertahap (tidak boleh secara tiba-tiba) dan harus di bawah pengawasan dokter.

Setiap pasien yang mengalami ketergantungan krim steroid dapat merasakan keluhan yang berbeda – beda, sehingga treatment yang dibutuhkan juga berbeda. Umumnya, treatment yang diberikan bertujuan untuk membantu kembali menyehatkan kulit dan mengurangi keluhan yang dialami pasien. Terapi kombinasi adalah yang terbaik; krim dan obat – obatan oral dapat membantu meredakan keluhan seperti gatal, bengkak, atau jerawat meradang yang timbul setelah berhenti menggunakan krim steroid yang digunakan jangka panjang. Terapi dengan laser dan penyuntikan seperti skin booster dapat membantu mengurangi kemerahan dan menyehatkan kulit yang sudah tipis dan sensitive. Jika Anda mengalami gejala – gejala yang timbul akibat ketergantungan steroid, konsultasikanlah dengan dokter di Klinik Bmderma, agar dapat diberikan penanganan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

By dr. Venny Veronica, M.Sc