Isotretinoin (accutane atau roaccutane) adalah obat oral turunan vitamin A untuk pengobatan sistemik yang sangat efektif untuk kasus acne vulgaris berat.
Berikut adalah efek samping yang bisa terjadi karena pemakaian accutane:
1. Efek fisik umum pada mukosa dan kulit
- Bibir dan kulit : bibir sangat kering dan tampak pecah-pecah (cheilitis) dan xerosis umum dimana kulit akan tampak sangat kering dan bersisik dan sangat sensitif terhadap sinar matahari.
- Dermatitis atopik kambuh : dapat memicu kekambuhan penyakit jika memiliki riwayat sebelumnya, dipicu oleh kekeringan pada area mukokutan kulit.
- Mukosa hidung : dapat menimbulkan mimisan, juga kadang terjadi nasofaringitis.
- Rambut dan kuku : kerontokan pada rambut sehingga terjadi penipisan rambut sementara ( telogen effluvium) dan peradangan pada bantal kuku (paronikia) meskipun kasus ini tidak terlalu banyak terjadi dengan pemakaian isotretinoin jangka pendek dan dosis yang rendah.
2. Mata
Kekeringan pada mata dan inflamasi pada kelopak mata menyebabkan gangguan penglihatan seperti penglihatan menjadi kabur, berkurangnya penglihatan saat malam hari dan rasa nyeri pada area sekitar mata. Bisa terjadi intoleransi dengan pemakaian lensa kontak ditandai dengan rasa sakit, mata kering atau kemerahan saat memakai lensa.
3. Kelainan Metabolik & Laboratorium
- Profil Lipid : Dapat terjadi peningkatan kadar trigliserida kolesterol dalam darah.
- Fungsi Hati : peningkatan ringan dan sementara pada enzim hati dapat terjadi, menandakan beban kerja organ hati.
- Insulin resistensi : Terjadinya peningkatan resistensi Insulin yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit laten autoimun diabetes pada dewasa (LADA). Kondisi ini sering salah didiagnosis sebagai diabetes tipe 2.
4. Efek pada kesuburan wanita
Dapat mengakibatkan siklus menstruasi tidak teratur, penurunan kesuburan sementara diakibatkan pengecilan volume pada ovarium dan penurunan dari jumlah cadangan sel telur (ovarian reserve) selama masa konsumsi accutane. Umumnya kondisi seperti ini pulih kembali setelah obat dihentikan.
5. Kecacatan pada janin
Wanita hamil dilarang keras mengkonsumsi obat ini karena dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur dan cacat lahir berat yang mengancam jiwa termasuk kelainan bentuk kepala dan wajah, kelainan sistem saraf pusat, sistem urogenital dan juga kelainan jantung pada janin.
6. Efek pada otot dan tulang
- Gejala : nyeri sendi dan kekakuan otot, nyeri punggung bawah (low back pain), kerusakan atau kematian jaringan otot rangka, bahkan penebalan tulang.
- Jarang tetapi Parah : dapat terjadi pengurangan kecepatan pertumbuhan tinggi badan pasien untuk sementara waktu.
7. Efek pada kesehatan mental
Bisa terjadi gangguan kejiwaan seperti perubahan suasana hati, depresi, kecemasan, dan dalam kasus yang jarang terjadi, pikiran untuk bunuh diri atau percobaan bunuh diri.
8. Resiko kekambuhan acne pasca isotretinoin
Relaps/ kekambuhan jerawat setelah terapi isotretinoin masih cukup sering terjadi. Angka relaps berkisar 10–60%, tergantung dosis kumulatif, tingkat keparahan acne, usia, dan kepatuhan terapi. Risiko relaps lebih tinggi pada pasien dengan acne berat, usia muda, dosis kumulatif rendah, atau tanpa maintenance treatment setelah isotretinoin selesai.
| Kategori efek samping | Jenis gejala | Insidensi |
| Mukosa dan kulit | Bibir pecah-pecah/ kering (cheilitis), kulit kering (xerosis), hidung kering, mimisan, kekambuhan pada dermatitis atopik, rambut rontok, paronikia kuku | Sangat umum (>10%) |
| Mata | Mata kering, peradangan konjunctiva, penglihatan kabur, intoleransi lensa kontak | Sangat umum (>10%) |
| Kelainan metabolik | Peningkatan trigliserida dan kolesterol, insulin resistensi, penyakit laten autoimun diabetes dewasa | Umum (1-10%) |
| Kesuburan wanita | Siklus menstruasi tidak teratur, pengurangan volume ovarium, penurunan jumlah cadangan sel telur( ovarian reserve) sementara | Umum hingga jarang |
| Kecacatan janin pada kehamilan | Cacat lahir parah pada janin/ keguguran | Sangat tinggi |
| Otot dan tulang | Nyeri otot dan sendi, low back pain, penurunan kecepatan pertumbuhan tulang | Umum (1-10%) |
| Kesehatan mental | Sakit kepala, perubahan suasana hati, depresi | Umum hingga jarang |
| Resiko jerawat kambuh | Kekambuhan jerawat | Sangat umum (>10%) |
Accutane digolongkan ke dalam obat keras karena memiliki efek samping yang sangat serius dan sampai saat ini accutane masih berstatus ilegal untuk diedarkan di Indonesia karena tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Saat ini penggunaan accutane sangat terbatas dan penggunaannya wajib dibawah pengawasan dokter spesialis kulit (dermatologis).