Banyak pasien yang mengalami jerawat sulit sembuh meski sudah berulang kali diobati jerawatnya, dan ada yang berpendapat bahwa bisa jadi ususnya kotor sehingga membuat kulit kusam , mudah berjerawat dan sulit sembuh meski pakai skincare apapun.
Apakah demikian?
Acne merupakan penyakit peradangan pada kulit yang dipengaruhi oleh aktivitas hormonal, keseimbangan mikrobiome dan disregulasi imun. Adapun bakteri cutibacterium acne merupakan mikrobiota kulit yang ditemukan terutama di daerah yang kaya akan kelenjar sebasea atau kelenjar minyak , kolonisasi bakteri ini menyebabkan inflamasi dan timbullah jerawat.
Ada istilah yang disebut dengan gut skin axis dimana ada hubungan dua arah antara kesehatan gastrointestinal dan kondisi kulit. Jenis bakteri baik yang berada pada usus antara lain lactobacillus acidophillus, L rhamnosus, bigudobacterium infantis dan streptococcus thermophillus. Sedangkan bakteri yang potensial patogen atau jaat antara lain e.colu, shigella, salmonella campilobacter san clostridium.
Usus yang mengalami ketidakseimbangan mikrobioma atau ketidakseimbangan antara bakteri baik dan jahat (disbiosis) , kondisi ini dapat dapat memicu peradangan sistemik yang bisa berdampak pada seluruh tubuh termasuk kulit yang bisa memperburuk jerawat. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai usus yang kotor meskipun tidak ada istilah seperti ini dalam dunia medis, hal ini biasanya disebabkan karena adanya disbiosis pada usus tadi.
Disibiosis ini bisa disebabkan karena:
1. Faktor makanan
Konsumsi tinggi gula, rendah serat, tinggi lemak dan makanan olahan dapat merusak mikrobioma usus dan memicu jerawat.
2. Penggunaan obat antibiotik
Antibiotik adalah penyebab paling signifikan karena dapat membasi bakteri baik pula. Perhatikan dan selalu konsultasikan dengan dokter untuk pemakaian antibiotik.
3. Stres psikologis dan fisik
Stres kronis dapat memicu perubahan kortisol yang berdampak buruk pada komposisi mikrobiota usus
4. Gaya hidup dan lingkungan
Sering begadang, jarang berolahraga dapat menyebabkan disbiosis
5. Penyakit dan infeksi
Lalu bagaimana cara supaya tidak terjadi disbiosis yang dapat mengganggu pula kesehatan kulit, berikut hal yang bisa dilakukan :
1. Makan makanan yang cukup tinggi serat seperti buah dan sayuran dan biji-bijian. Ini sebagai prebiotik, dimana serat tumbuhan khusus yang tidak dapat dicerna akan memberikan makanan bagi bakteri baik di usus sehingga sistem pencernaan lebih sehat.
2. Konsumsi probiotik, untuk probiotik bisa diperoleh dari makanan yang difermentasi seperti yoghut, kimchi.
3. Kurangi makanan dengan kandungan tinggi gula dan lemak , dan makanan olahan yang dapat memicu inflamasi
4. Kelola stres dan rutin berolahraga.
Dan tidak lupa untuk tetap menjaga kebersihan kulit dan lakukan perawatan kulit secara teratur. Jika terjadi masalah acne dan membutuhkan perawatan di klinik, ada beberapa pilihan treatment yang bisa dilakukan antara lain facial, chemical peeling, light therapy, vascular laser, microneedling radiofrequency dan yang terbaru adalah aviclear laser yang spesifik bekerja pada kelenjar minyak. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda agar sesuai dengan kondisi kulit dan hasil yang optimal.