Bye Noda Hitam, Merah, dan Bopeng : Solusi Praktis untuk Bekas Jerawat

Bye Noda Hitam, Merah, dan Bopeng : Solusi Praktis untuk Bekas Jerawat

BY dr. Rika Andriani, Sp.DVE

Momen ketika jerawat akhirnya kempes seharusnya membuat lega. Sayangnya, bagi sebagian orang, hal ini adalah permulaan bagi masalah baru.  Jerawat tersebut pergi dengan meninggalkan bekas berupa noda kemerahan, bercak kecokelatan, atau bahkan tekstur kulit yang berlubang.

​Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah menganggap semua bekas jerawat itu sama. Kita mencoba berbagai macam serum brightening yang sedang viral dengan harapan wajah kembali mulus. Padahal, secara medis, setiap bekas jerawat memiliki penyebab dan kerusakan yang berbeda di bawah permukaan kulit. Mengandalkan hanya krim brightening untuk semua masalah bekas jerawat jelas tidak dapat memberikan hasil yang sesuai ekspektasi.

​Berikut akan dibahas penyebab ketiga macam bekas jerawat dan bagaimana penanganan yang paling sesuai untuk kondisi tersebut:

1. Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)

Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)  adalah bekas jerawat berupa bercak cokelat gelap hingga kehitaman. Ini adalah jenis bekas jerawat yang paling umum terjadi, terutama pada tipe kulit orang Asia yang cenderung lebih gelap karena memiliki banyak melanin.

Peradangan jerawat dianggap oleh tubuh kita sebagai sebuah luka atau serangan. Sebagai respons pertahanan, sel pabrik warna kulit (melanosit) memproduksi melanin (pigmen gelap) secara berlebihan untuk memayungi dan melindungi area yang terluka tersebut. Jika seseorang mendapatkan paparan sinar UV yang tinggi, pigmen melanin akan semakin pekat dan mengendap ke lapisan kulit yang lebih dalam.

Serum brightening (seperti Vitamin C atau Niacinamide) memang bisa digunakan untuk mengatasi pigmen yang sudah terlenjur terbentuk. Tapi, jika melanin sudah telanjur berada di lapisan kulit bagian dalam (dermis), krim oles apa pun akan kesulitan untuk menjangkaunya.

​Solusinya?

Untuk PIH yang sudah menahun, pendekatan saat ini menggunakan teknologi penghancur pigmen yang cepat dan aman, seperti contohnya laser Picosure 755 nm. Laser ini menggunakan gelombang cahaya super cepat untuk memecah gumpalan pigmen hitam menjadi debu-debu halus. Setelah hancur, sisa debu ini akan dibuang secara alami oleh tubuh. Selain Laser Picosure, Laser ND Yag juga dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi PIH.

2. Post-Inflammatory Erythema (PIE)

​Bekas jerawat ini terlihat sebagai bercak datar berawarna merah terang atau bisa sedikit keunguan.. Banyak yang mengira ini sama saja dengan PIH, padahal PIE sama sekali bukan masalah pigmen melanin atau warna kulit!

Saat jerawat meradang hebat, tubuh mengirimkan pasukan sel darah putih untuk melawan bakteri. Proses evakuasi ini membuat pembuluh darah kapiler di bawah kulit kita ikut melebar. Ketika jerawat sembuh, terkadang pembuluh darah kapiler ini tetap melebar. Karena kulit wajah tipis, pelebaran pembuluh darah ini membayang ke permukaan sebagai noda merah. Krim brightening  memiliki efek pada pigmen kulit. Sehingga bekas kemerahan yang disebabkan karena pembuluh darah tidak akan mendapat efek dari krim tersebut.

Solusinya?

Menunggu PIE hilang dengan sendirinya bisa memakan waktu beberapa bulan atau bahkan tahun. Cara yang paling presisi untuk menutup pembuluh darah yang melebar ini adalah dengan teknologi laser. Penggunaan laser vaskular sangat direkomendasikan karena energi lasernya dirancang khusus untuk menembus kulit secara aman dan mencari target berupa sel darah merah, lalu secara spesifik menyusutkan kapiler yang rusak tersebut dari dalam.

3. Skar Atrofik

​Skar atrofik atau bopeng adalah bekas jerawat yang paling sulit untuk ditangani. Bopeng bukan lagi masalah warna (merah atau hitam), melainkan terjadinya kerusakan struktur fisik pada kulit. Ketika terjadi jerawat yang meradang parah, peradangan tersebut menyebabkan jaringan kolagen di sekitarnya berkurang atau habis. Saat jerawat sembuh, kulit kehilangan material penyangganya. Akibatnya, permukaan kulit menjadi jatuh ke dalam, membentuk lubang atau bopeng, karena tidak lagi memiliki penopang.  Karena sudah terjadi kerusakan jaringan yang permenen, tidak ada satu pun krim atau serum yang bisa menaikkan kembali bopeng.

​Solusinya?

Cara mengatasi bopeng adalah dengan memaksa tubuh untuk memproduksi kolagen baru.  Salah satu pilihan terapinya adalah menggunakan microneedling RF (Radio Frequency). Alat ini menggunakan jarum mikro super halus yang menghantarkan energi radiofrequency ke lapisan kulit. Rangsangan medis ini akan membuat sel-sel kulit segera memproduksi kolagen baru, sehingga dasar bopeng perlahan-lahan terdorong naik dan permukaan kulit menjadi tampak lebih rata. Penggunaan laser Picosure, tindakan subsisi, atau injeksi skinbooster juga dapat memberikan perbaikan pada tampilan skar.

Kesimpulan

​Menyembuhkan bekas jerawat membutuhkan penanganan yang sesuai. Perawatan mandiri dengan skincare di rumah sangat penting sebagai pemeliharaan dasar untuk  mencegah jerawat baru. Namun, jika berhadapan dengan masalah bekas jerawat seperti bercak merah, hitam atau bahkan bopeng, mengkombinasikan perawatan harian dengan treatment di klinik adalah cara paling cerdas dan efektif untuk mengembalikan kesehatan dan tampilan kulit Anda.

Schedule a meeting with our doctor.

Bmderma logo white

BMDERMA FORESTA BSD

Foresta Business Loft 6 Unit 3, Jl. BSD Boulevard Utara,

Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten

0819 9352 5252

BMDERMA SENOPATI (PROJECTSKIN)

Jl. Senopati No.16A

Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

0819 221 2121

BMDERMA SUNTER

Jl. Agung Tengah 15 Blok I 11 No.11 A

Sunter Agung, Jakarta Utara

0819 227 2728

EMAIL

INFO@BMDERMA.COM

RESERVATION

0878 1098 9000

© BMDERMA 2025. Copyright by PT Awet Cantik Bahagia